Festival Sepak Bola Bintang Pratama Jadi Ajang Lahirnya Talenta di Lapangan sasak seng

MEDIA,HWAKA ,COM KALIHURIP, 19 Juli 2026 – Tidak ada yang lebih riuh dari suara peluit yang bersahutan dengan sorak-sorai penonton di Lapangan Sasak Seng, Desa Kalihurip, Minggu (19/7) pagi. Hari ini, lapangan tersebut bukan lagi sekadar ruang terbuka, melainkan medan laga bagi talenta-talenta muda yang tengah merajut mimpi di atas rumput hijau.

​Sebanyak 29 tim dari berbagai daerah—Bandung, Jakarta, hingga Bekasi—tumpah ruah dalam gelaran perdana Festival Sepak Bola SSB Bintang Pratama. Dengan rincian 13 tim untuk kategori U-13 dan 16 tim untuk kategori U-11, turnamen ini menjadi bukti bahwa gairah sepak bola di tingkat akar rumput tetap menyala terang.

Melawan Arus Gadget
​Di balik gegap gempita pertandingan, terselip sebuah visi sosial yang mendesak. Ketua Panitia, Nurrahman, mengungkapkan bahwa festival ini adalah langkah konkret untuk menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan pada gadget.

​"Gagasan ini lahir dari Pak Lurah, dan kami sebagai panitia ingin mendorong para pemuda untuk lebih aktif dan sehat di lapangan," ujar Nurrahman di sela-sela pertandingan. Ia menegaskan, SSB Desa Kalihurip yang baru berusia tiga bulan ini hadir bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi, tetapi sebagai kawah candradimuka untuk mendidik bibit-bibit unggul yang nantinya mampu berbicara banyak di kancah sepak bola nasional.

​Sinergi Membangun Desa
​Kesuksesan festival perdana ini tidak lepas dari peran krusial PT Bintang Kahuripan Pratama yang menjadi motor penggerak utama. Dukungan sektor swasta terhadap kegiatan olahraga desa ini pun menuai apresiasi tinggi dari Kepala Desa Kalihurip, H. Jajang Suherman.

​"Kegiatan ini sangat positif. Selain sebagai ajang pembinaan minat olahraga bagi generasi muda, ini adalah upaya nyata kami dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Kalihurip," tutur H. Jajang dengan nada antusias. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras memastikan turnamen ini berjalan sukses.

​Sebagai edisi pertama, respons publik yang luar biasa menjadi modal berharga bagi panitia. 

Nurrahman berharap, festival ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi tonggak berkelanjutan dalam ekosistem pembinaan sepak bola di wilayahnya.

​Ia pun melempar tantangan sekaligus harapan bagi perusahaan-perusahaan lain di kawasan industri Indotaise.

​"Kami berharap ke depan, perusahaan-perusahaan di kawasan Indotaise dapat memberikan dukungan yang lebih luas. Dukungan ini bukan hanya untuk event tahunan, tapi untuk keberlangsungan pembinaan bakat-bakat muda di Desa Kalihurip," pungkasnya.

​Hari ini, dari Desa Kalihurip, sebuah pesan kuat telah dikirimkan: sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan sebuah jembatan bagi generasi muda untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Dengan semangat yang membara di Lapangan Sasak Seng, masa depan sepak bola desa kini menatap optimisme yang baru.

Dari Lapangan Sasak Seng, Mimpi Besar Sepak Bola Masa Depan Dirajut"

​"Melawan Arus Gawai, Anak-Anak Desa Kalihurip Ukir Prestasi di Rumput Hijau"

​"Mengubah Layar Menjadi Lapangan: Festival SSB Bintang Pratama Jadi Wadah Talenta Muda"

​"Menanam Benih Juara di Desa Kalihurip:

​"Festival Sepak Bola SSB Bintang Pratama: Sukses Memikat Talenta Muda dari Berbagai Daerah"

​"Sinergi Desa dan Industri: Kunci Sukses Festival Sepak Bola di Kalihurip"

​"Gelar Festival Perdana, SSB Bintang Pratama Siap Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda"

​"Libatkan Perusahaan di Kawasan Indotaise, Kalihurip Perkuat Pembinaan Bakat Muda"
​"Bintang Baru dari Kalihurip"

​"Sasak Seng: Arena Lahirnya Calon Bintang"

​"Sepak Bola, Senjata Baru Kalihurip"
Red ANI SIMALA