Diduga Ada Oknum Mengatasnamakan Wartawan Minta Uang Koordinasi, Proyek Jalan Cor di Batujaya dan Pakisjaya Disorot
Karawang — MEDIA HIWAKA ,COM Pelaksanaan proyek pembangunan jalan cor beton di wilayah Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan dari masyarakat dan sejumlah awak media. Sorotan tersebut muncul terkait dugaan persoalan di lapangan, mulai dari kualitas pekerjaan hingga adanya oknum yang diduga mengatasnamakan wartawan untuk meminta uang koordinasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut diduga berasal dari bantuan Surat Perintah Kerja (SPK) dari dinas terkait. Namun dalam pelaksanaannya, muncul berbagai keluhan dari sejumlah pihak.
Beberapa awak media yang melakukan fungsi kontrol sosial mengaku kecewa lantaran koordinasi yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada rekan media tidak pernah terealisasi. Selain itu, muncul dugaan adanya pihak tertentu yang meminta uang koordinasi secara pribadi dengan mengatasnamakan wartawan tanpa mekanisme maupun tanggung jawab yang jelas.
Di lokasi proyek di Desa Tanjung Mekar, Kecamatan pakisjaya, seorang mandor pelaksana bernama Maman disebut telah memberikan uang sebesar Rp800 ribu kepada oknum yang diduga tidak bertanggung jawab tersebut.
Sementara itu, di wilayah Pakisjaya, tepatnya di depan kantor kecamatan, pekerjaan pengecoran jalan juga sedang berlangsung. Awak media yang mencari mandor pelaksana bernama Ali mendapat keterangan bahwa uang koordinasi telah diberikan kepada seseorang yang mengaku sebagai perantara atas nama (Ey) dan (Tn) Namun, pihak tersebut dinilai tidak bertanggung jawab saat dimintai penjelasan lebih lanjut.
“Rekan-rekan tidak boleh tahu agar pekerjaan di desa Karyabakti sungai tero. tersebut tidak terpantau oleh rekan-rekan karena ada oknum yang membekingi atas nama JLS,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Salah satu awak media mengaku sempat melakukan pemantauan ke lokasi proyek, namun diarahkan untuk kembali terlebih dahulu. Ia juga menyebut adanya informasi mengenai pihak tertentu yang diduga membekingi pekerjaan tersebut.
“Kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, namun selalu diarahkan untuk kembali terlebih dahulu. Ada informasi mengenai pihak yang disebut membekingi pekerjaan tersebut,” ungkapnya.
Selain dugaan tersebut, kualitas hasil pembangunan jalan cor beton juga menjadi perhatian masyarakat. Warga Desa Karyabakti menyampaikan adanya dugaan keretakan pada beberapa bagian jalan tidak lama setelah proses pengecoran selesai dilakukan.
“Baru satu malam selesai dicor, sudah terlihat retakan di beberapa titik. Selain itu, di papan informasi proyek tidak tercantum ukuran panjang, lebar, maupun ketebalan bangunan. Kami berharap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah benar-benar dikerjakan sesuai standar,” ujar seorang warga.
Saat melakukan pemantauan di lapangan, sejumlah awak media juga mengaku mengalami kendala dalam memperoleh informasi terkait pelaksanaan pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan dan transparansi dalam proses pembangunan.
Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang segera melakukan pengecekan langsung atau inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek apabila pekerjaan tersebut berada di bawah kewenangannya.
Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), serta aturan yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga meminta pihak dinas dan pelaksana pekerjaan menindaklanjuti dugaan adanya oknum yang membawa nama profesi wartawan untuk kepentingan pribadi. Tindakan tersebut dinilai dapat mencoreng marwah profesi jurnalistik sebagai fungsi kontro sosial
Red ANI