Menuju Purwamekar Maju dan Bermartabat: Gotong Royong, Tabligh Akbar, dan Kabar Baik Jembatan Baru

 KARAWANG ,, MEDIA HIWAKA, COM Pendopo Desa Purwamekar, Kecamatan Majalaya, mendadak bergemuruh hangat. Warga dari tiga dusun dan sembilan RT tumpah ruah merayakan Milangkala Desa Purwamekar ke-44 yang mengusung tema "Menuju Purwamekar Maju dan Bermartabat". Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata penguatan ikatan komunal yang memadukan dimensi spiritual, kepedulian sosial, serta proyeksi pembangunan jangka panjang.
​Kemeriahan mencapai puncaknyaketika Ustad Aa Suhendra asal Tirtajaya naik ke atas panggung. Tausiah sarat makna yang dibalut guyonan segar berhasil mencairkan suasana, memancing gelak tawa ribuan hadirin, sekaligus menghadirkan atmosfer religius yang akrab dan meriah.
​Di balik hangatnya majelis ilmu tersebut, denyut solidaritas kemanusiaan tampil sebagai pilar utama. Pemerintah Desa Purwamekar di bawah komando Kepala Desa Hj. Emih Fitria menyalurkan 404 paket sembako—masing-masing berisi 5 kilogram beras—kepada anak yatim, jompo, dan kaum dhuafa. Angka 404 ini dihadirkan secara simbolis sebagai representasi selaras dengan usia ke-44 sang desa.
​Kehadiran anggota DPRD Fraksi Golkar, H. Asep Ibe, turut memberikan legitimasi serta apresiasi mendalam ataskonsistensi program pro-rakyat yang diinisiasi pemerintah desa.
​"Kegiatan ini sudah beberapa kali rutin dilaksanakan di bawah kepemimpinan Kepala Desa. Kami berharap ke depan tradisi positif ini terus terjaga, dan pada milangkala ke-45 bisa semakin meriah dengan volume bantuan yang lebih besar," ungkap H. Asep Ibe di sela-sela acara.
​Ia turut memanjatkan doa agar kesejahteraan warga Purwamekar kian merata—mulai dari para petani yang semakin beruntung, pekerja pabrik yang makin maju, hingga peningkatan taraf hidup keluarga secara menyeluruh.
​Menyongsong Akses Vital 2027
​Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, momentum akbar ini juga dimanfaatkan untuk membawa kabar gembira terkait percepatan infrastruktur desa. H. Asep Ibe menegaskan bahwa prioritas krusial Purwamekar saat ini adalah realisasi pembangunan jembatan penghubung strategis antara Dusun Kerajaan (RT 01 wilayah Rawa Leutik) menuju Desa Tegalsawah.
​Jembatan eksisting dinilai sudah sangat darurat, tidak lagi representatif, bahkan menyulitkan mobilitas kendaraan roda empat berukuran kecil. Menanggapi urgensi tersebut, langkah taktis telah ditempuh: Dinas PUPR telah merampungkan tahap survei sejak 2025, dan kini usulan tersebut resmi masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada pembahasan APBD 2027.
​"Insyaallah, jika tidak ada aral melintang, tahun 2027 jembatan penghubung Purwamekar dan Tegalsawah ini mulai dibangun. Ini urat nadi akses yang sangat dinantikan masyarakat," tandasnya optimistis.
​Milangkala ke-44 Purwamekar menutup lembarannya dengan pembuktian sahih: usia matang sebuah desa dirayakan lewat kerja nyata—merawat dhuafa melalui uluran tangan, merekatkan warga lewat majelis ilmu, dan merancang masa depan melalui kepastian infrastruktur yang berkeadilan.

Red ANI