KARAWANG — ,,MEDIA ,HIWAKA,COM ,Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mulai memasuki babak baru yang kian menghangat. Dua figur calon kepala desa resmi mengantongi nomor urut setelah melalui proses pengundian di aula Kantor Kecamatan Kutawaluya, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan hasil pengundian yang digelar hari itu:
Nomor Urut 1: Ahmad Basuni
Nomor Urut 2: Ahmad Jaelani
Penetapan nomor urut ini sekaligus menjadi tanda dimulainya persaingan sehat menuju kursi kepemimpinan Desa Sampalan. Momentum ini dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk mulai meyakinkan masyarakat melalui visi, misi, program kerja, serta komitmen nyata dalam membangun desa ke arah yang lebih baik.
Dihadiri Forkopimcam dan Tekankan Netralitas
Prosesi pengundian nomor urut ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kutawaluya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sampalan, tim sukses kedua calon, serta kedua kandidat kepala desa itu sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, pesan tegas mengalir perihal pentingnya menjaga kondusifitas wilayah di tengah memanasnya suhu politik lokal.
"Saya berpesan kepada para panitia untuk bisa netral, kondusif, dan menjaga ketertiban. Mari kita hindari berita bohong (hoaks), mari kita jadikan Pilkades Desa Sampalan aman dan nyaman," ujar salah satu pihak dalam arahannya.
Peringatan keras juga datang di tengah gelombang Pilkades serentak yang melibatkan 67 desa di Karawang. Asosiasi dan pihak berwenang, termasuk Perkumpulan Desa Pembangunan Seluruh Indonesia (PDPSP), secara tegas mengingatkan para perangkat desa untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat menjadi tim sukses calon tertentu.
Adu Gagasan, Bukan Arena Permusuhan
Di tengah dinamika politik desa yang mulai bergerak, netralitas panitia serta kedewasaan para pendukung menjadi jangkar utama untuk menjaga kepercayaan publik. Baik Ahmad Basuni maupun Ahmad Jaelani kini memiliki ruang dan kesempatan yang setara untuk merebut simpati warga dengan gagasan terbaik mereka.
Masyarakat Desa Sampalan pun diimbau untuk tidak sekadar terbuai oleh nomor urut atau fanatisme kelompok. Lebih dari itu, warga diharapkan cerdas mencermati integritas, rekam jejak, serta kapabilitas program dari masing-masing calon.
Warga juga diingatkan untuk menjauhi provokasi, penyebaran informasi palsu, maupun tekanan yang dapat memecah belah kerukunan tetangga.
Esensi Demokrasi: Persatuan di Atas Segalanya
Nomor urut 1 dan nomor urut 2 kini resmi menjadi identitas perjuangan Ahmad Basuni dan Ahmad Jaelani di bilik suara nanti. Namun, penentu akhir tetap berada di tangan nurani rakyat Desa Sampalan.
Keberhasilan sejati sebuah pesta demokrasi desa tidak hanya diukur dari lancarnya proses pencoblosan, melainkan dari terjaganya tali persaudaraan antarwarga setelah kontestasi usai.
Siapa pun yang nantinya terpilih dan mendapat mandat rakyat, tantangan terbesarnya adalah membuktikan komitmen nyata melalui pelayanan publik yang prima, pembangunan merata, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta keberpihakan penuh pada kesejahteraan warga.
Pilkades Sampalan adalah panggung adu gagasan, bukan arena permusuhan. Sebab, beda pilihan adalah dinamika demokrasi, tetapi merawat persatuan adalah tanggung jawab mutlak seluruh masyarakat Desa Sampalan.
Red (ANI )